MrAction

Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

Selasa, 24 Maret 2009

ARTI MERDEKA



Mudah sekali mengucapkan kata merdeka. Tetapi apakah membuktikannya semudah mengatakannya ? Inilah yang seringkali terpikirkan oleh saya hampir setiap kali saya mencoba merenungkannya. Dalam kenyataannya, merdeka adalah sebuah kondisi mental yang dilandasi oleh penghayatan spiritualitas yang tinggi terhadap maksud penciptaan manusia pada kali yang pertama.


Tuhan sudah mengungkapkannya dengan sangat jelas, bahwa manusia diciptakan supaya dia berbakti hanya kepada Tuhan, tidak kepada yang lain. Jadi sebenarnya, arti kemerdekaan yang sejati adalah manakala manusia dapat menempatkan dirinya sebagai pengabdi Tuhan. Bukan mengabdi kepada selain Tuhan. Manusia harus memerdekakan diri dari segala sesuatu selain Tuhan. Dan, saya harus mengatakan, ini - yaitu memerdekakan diri dari segala sesuatu selain Tuhan - adalah tugas maha berat yang harus diemban oleh manusia.

Tidak banyak manusia yang lulus atau berhasil mengemban tugas itu. Ada saja - bahkan banyak - manusia yang tergelincir jatuh dan akhirnya gagal mengemban tugas itu. Bukan karena hal-hal besar, melainkan karena hal-hal kecil yang kadang-kadang bahkan sangat remeh. Sehingga layaklah kiranya jika di sini kita merenungkan, atau mencari tahu, apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh manusia agar dia dapat merebut cinta Tuhan ? Apa sebenarnya yang dikehendaki oleh Tuhan dari manusia ?

Pertama kali, saya harus menyatakan bahwa Tuhan adalah Maha Pencemburu. " Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding yang tertutup.(QS 17:45).

Bertanyalah seorang ulama kepada muridnya : " Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan hijab ? Itulah hijab kecemburuan dan tidak seorangpun yang lebih cemburu selain Allah. Barangsiapa yang mengenal Allah, merasakan manisnya dekat denganNya dan kecintaanNya, kemudian ia kembali ke tempat selain Allah, maka Allah akan melemahkan anggota-anggota tubuhnya untuk taat kepadaNya, mengendurkan hatinya dari ikatan kehendakNya dan kecintaanNya, menjauhkannya dari sesuatu yang mendekatkan diri kepadaNya, dan menjadikannya sibuk mengurusi sesuatu yang dipilihnya".

Maka, ketika Adam merasa tenteram dengan surga dan ingin kekal di dalamnya, Allah mengeluarkannya dari surga itu, karena Dia cemburu Adam telah berpaling dariNya. Ketika Ibrahim, kekasihNya, menjadikan Ismail sebagai cabang hatinya, Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyembelihnya, sampai keluar dari hati Ibrahim ketimpangan itu.

Jadi, merdeka adalah lepasnya ikatan hati kepada segala sesuatu selain Allah. Maka, manusia yang mencintai dunia - dalam bentuk harta kekayaan, jabatan, kedudukan dan sanjungan manusia lain - dia adalah manusia yang terjajah oleh dunia, dan Allah akan mengazabnya. Manusia yang mencintai nikmat Allah pun adalah manusia yang telah berpaling dari Sang Maha Pemberi Nikmat, yaitu Allah. Maka dia layak mendapatkan azab Allah. Manusia yang bangga dengan amalnya - meskipun amalnya adalah amal yang baik - pun adalah manusia yang telah berpaling kepada dirinya sendiri dan mengingkari Allah yang telah menolongnya dengan kemampuan. Manusia yang seperti itu pun adalah manusia yang belum merdeka. Dia pun layak memperoleh azab dari Allah SWT.

Merasa sulitkah Anda ?*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar