MrAction

Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

Sabtu, 17 Januari 2009

MENGUAK MAKNA HAKIKAT AYAT AL QURAN


Ini adalah Buku Pertama dari sebuah serial panjang perjalanan spiritual yang saya rangkum dalam SEMESTA KEARIFAN dan saya beri judul MENGUAK MAKNA HAKIKAT AYAT AL QURAN. Rangkuman catatan perjalanan spiritual saya pribadi, saya sebut sebagai SEMESTA KEARIFAH, karena saya ingin mengajak siapa pun yang membaca catatan ini mendapat informasi yang cukup tentang SEMESTA dan KEARIFAN.


SEMESTA adalah sebuah ruang yang maha luas, sebuah universalitas yang menaungi lokus-lokus sektoral. Sedangkan KEARIFAN adalah sebuah kata sifat atau kata keadaan yang selayaknya dimiliki oleh manusia yang tidak pernah berhenti melakukan perjalana rohani sampai menemukan Kebenaran Sejati, yang dalam Al Quran, Kebenaran Sejati itu, disebut sebagai Al-Haq, yaitu Tuhan.

Ketika saya mulai menuliskan catatan ini dua tahun menjelang saya pensiun sebagai PNS, ada sahabat saya yang mengatakan, sudah banyak buku-buku kisah perjalanan spiritual yang ditulis oleh banyak penulis dan diterbitkan oleh banyak penerbit. Tidak saja di Indonesia, melainkan juga ditulis oleh para perambah jalan spiritual di berbagai belahan dunia. Sehingga sahabat saya itu bertanya : apakah ada manfaatnya menuliskan pengalaman spiritual untuk dibaca oleh orang lain ?

Saya mengakui, pernyataan sahabat saya itu adalah suatu sikap kritis. Maksudnya supaya saya tidak terjebak oleh kelatahan. Namun saya pun perlu menjelaskan, bahwa merambah perjalanan spiritual itu tidak akan pernah berakhir sampai si perambah jalan menghadap Tuhan, dalam arti meninggal dunia. Hanya kematian saja yang dapat menghentikan perjalanan spiritual yang dilakukan oleh siapa pun. Maka, saya akan terus menuliskannya sampai tiba waktunya Tuhan memanggil saya pulang ke haribaanNya. Karena Allah sudah menyatakan : Katakanlah : sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan lagi tambahan sebanyak itu (pula).(QS 18:109 ).

Artinya, sebuah perjalanan spiritual, selalu sarat dengan makna yang selalu baru. Tidak ada makna dan temuan-temuan dalam perjalanan spiritual itu yang menjadi basi. Itulah sebabnya, saya tidak khawatir menuliskannya, karena Tuhan telah menjamin, dengan memberi kebebasan kepada siapa pun yang mau mendayagunakan akalnya untuk memecahkan berbagai rahasia dalam ciptaan dan karuniaNya. Lebih dari itu, saya menyadari bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dengan maksud dan tujuan yang sangat jelas, yaitu : untuk mengabdi kepadaNya dan supaya kelak manusia dapat kembali kepadaNya.

Jika kita mengarahkan pandangan ke arah langit yang ada di atas kita, maka di sana Tuhan menyimpan berbagai rahasia ilmu yang harus digali. " Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah (lintasilah), kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan".( QS 55:33 ). Banyak manusia yang berlomba memecahkan berbagai rahasia dalam galaksi ciptaan Tuhan. Lantas jika kita menyelam ke samudera yang luas, kita akan menemukan ayat-ayat Tuhan berupa kehidupan biota laut yang tak habis-habisnya dieksplorasi untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan hidup manusia dan untuk menemukan ilmu-ilmu pengetahuan baru. Kemudia, kalau kita gali tanah dan bumi ini, tidak terhitung banyaknya rahasia dan kekayaan Allah. Itu adalah kekayaan Allah yang dapat dilihat dan dinikmati untuk pemuasan kepentingan jasmaniah manusia. Untuk hal yang satu ini, manusia berlomba-lomba menguasainya dan mengeksplorasinya sebatas yang mereka mampu kerjakan.

Apalagi, kalau kita mengarahkan pandangan kita ke langit-langit hakikat, ke samudera-samudera hakikat, ke bumi-bumi hakikat, di sana tersimpan jauh lebih banyak rahasia dan kekayaan Allah, sebagai pembenaran atas ayat, bahwa Allah Maha Kaya. Untuk yang satu ini pun manusia berlomba-lomba untuk mendapatkan dan memecahkan rahasia-rahasia Allah yang tersimpan.

Saya telah melakukannya. Saya telah mengalaminya. Dan itulah yang saya tulis dalam sebuah catatan besar SEMESTA KEARIFAN. Saya tidak tahu akan berapa banyak buku, tetapi yang jelas, tiga buku telah saya selesaikan. Buku pembuka ini saya beri judul MENGUAK MAKNA HAKIKAT AYAT AL QURAN.

Saya sudah menyiapkannya dalam bentuk buku, dan Anda yang tertarik, dapat memesannya melalui alamat e-mail saya : sfatchurrachman@yahoo.com.

Silakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar