Hidup di negara yang merdeka, apakah sudah menjamin bahwa kita pun manusia merdeka ? Belum tentu. Karena merdeka yang sebenarnya bukanlah status yang diberikan oleh orang lain, namun harus diusahakan dan diraih sendiri. Banyak orang mengeluh, hidup di jaman merdeka, di tanah air yang sudah merdeka koq lebih sulit ? Bukannya tambah mudah, tapi tambah sulit.
JalanMERDEKA
blog spesial buat orang-orang merdeka
Senin, 12 November 2012
Sabtu, 10 November 2012
Pahlawankah ?
Hari ini, 10 Nopember 2012, Hari Pahlawan. Sebenarnya, kalau mau jujur, kita tidak pernah mengerti siapakah orangnya yang layak disemati gelar pahlawan, karena gelar itu semestinya disematkan kepada siapa saja yang sepanjang hidupnya hanya tercatat kebaikan-kebaikan pada dirinya. Artinya, tidak ada setitik pun noda yang menempel dalam sejarah hidupnya. Itu adalah pahlawan yang sempurna.
Tetapi kita menyadari, tidak ada manusia yang sempurna. Ada saja peristiwa yang menyebabkan namanya tercemar, walaupun sedikit. Dan setiap pencemaran itu menyebabkan diri manusia tidak lagi dapat dikatakan bersih. Nah, bagaimana mungkin pada diri manusia yang tercemar itu layak disematkan gelar pahlawan ? Itulah sebabnya, manusia tidak mudah mendapatkan gelar itu. Kalau toh ada, maka gelar itu mestinya diberikan kepada manusia yang pada akhir hidupnya tercatat kebaikan. Atau dalam bahasa yang relijius disebut khusnul khotimah. Manusia jenis ini, mungkin dalam perjalanan hidupnya pernah tercemari oleh perbuatannnya sendiri, tetapi kemudian bertobat dan mengganti perbuatan buruknya dengan perbuatan baik sampai akhir hayatnya.
Manusia seperti itu layak pula dsebut pahlawan, karena : pertama, dia telah berjuang untuk dirinya sendiri, memerdekakan dirinya dari perbudakan hawa nafsu. Ketika ia berhasil, maka dia layak disebut pahlawan. Kedua, dia telah berjuang untuk terus menerus melawan nafsu yang mengajak pada keburukan, dan ia menang. Ini sungguh perbuatan besar dan penting. Bukankah Nabi Muhammad saw menyatakan, peperangan terbesar adalah peperangan melawan hawa nafsu. Maka, orang-orang yang telah menang dari menundukkan nafsu rendah, dia layak diberi gelar pahlawan.
Sebaliknya, ada pula manusia yang menjalani hidup dengan cara yang berbeda. Mula-mula dia seorang manusia yang sangat baik. Tetapi dalam perjalanan hidup berikutnya, ia justru dikalahkan oleh nafsu dirinya yang rendah. Dari orang yang sangat hati-hati menjadi orang yang sangat ceroboh. Dari orang yang sangat taat menjadi orang yang sangat lalai. Dari orang yang bersifat amanah, menjadi orang yang bersifat khianat.
Bisa jadi, dia pernah berjasa besar, tetapi kemudian ia mencederainya dengan perbuatan buruk sampai akhir hayatnya. Ini yang disebut sebagai su'ul khotimah. Orang yang berakhir buruk. Nah, layakkah dia disebut pahlawan, meskipun ia pernah berjasa ? Silakan kalian menilai sendiri. Saya hanya menunjukkan fakta tentang adanya manusia yang seperti itu. Atau jangan-jangan, manusia itu adalah kita sendiri.
Tetapi kita menyadari, tidak ada manusia yang sempurna. Ada saja peristiwa yang menyebabkan namanya tercemar, walaupun sedikit. Dan setiap pencemaran itu menyebabkan diri manusia tidak lagi dapat dikatakan bersih. Nah, bagaimana mungkin pada diri manusia yang tercemar itu layak disematkan gelar pahlawan ? Itulah sebabnya, manusia tidak mudah mendapatkan gelar itu. Kalau toh ada, maka gelar itu mestinya diberikan kepada manusia yang pada akhir hidupnya tercatat kebaikan. Atau dalam bahasa yang relijius disebut khusnul khotimah. Manusia jenis ini, mungkin dalam perjalanan hidupnya pernah tercemari oleh perbuatannnya sendiri, tetapi kemudian bertobat dan mengganti perbuatan buruknya dengan perbuatan baik sampai akhir hayatnya.
Manusia seperti itu layak pula dsebut pahlawan, karena : pertama, dia telah berjuang untuk dirinya sendiri, memerdekakan dirinya dari perbudakan hawa nafsu. Ketika ia berhasil, maka dia layak disebut pahlawan. Kedua, dia telah berjuang untuk terus menerus melawan nafsu yang mengajak pada keburukan, dan ia menang. Ini sungguh perbuatan besar dan penting. Bukankah Nabi Muhammad saw menyatakan, peperangan terbesar adalah peperangan melawan hawa nafsu. Maka, orang-orang yang telah menang dari menundukkan nafsu rendah, dia layak diberi gelar pahlawan.
Sebaliknya, ada pula manusia yang menjalani hidup dengan cara yang berbeda. Mula-mula dia seorang manusia yang sangat baik. Tetapi dalam perjalanan hidup berikutnya, ia justru dikalahkan oleh nafsu dirinya yang rendah. Dari orang yang sangat hati-hati menjadi orang yang sangat ceroboh. Dari orang yang sangat taat menjadi orang yang sangat lalai. Dari orang yang bersifat amanah, menjadi orang yang bersifat khianat.
Bisa jadi, dia pernah berjasa besar, tetapi kemudian ia mencederainya dengan perbuatan buruk sampai akhir hayatnya. Ini yang disebut sebagai su'ul khotimah. Orang yang berakhir buruk. Nah, layakkah dia disebut pahlawan, meskipun ia pernah berjasa ? Silakan kalian menilai sendiri. Saya hanya menunjukkan fakta tentang adanya manusia yang seperti itu. Atau jangan-jangan, manusia itu adalah kita sendiri.
Astaghfirullahal-adzim.*****
Selasa, 24 Maret 2009
ARTI MERDEKA
Mudah sekali mengucapkan kata merdeka. Tetapi apakah membuktikannya semudah mengatakannya ? Inilah yang seringkali terpikirkan oleh saya hampir setiap kali saya mencoba merenungkannya. Dalam kenyataannya, merdeka adalah sebuah kondisi mental yang dilandasi oleh penghayatan spiritualitas yang tinggi terhadap maksud penciptaan manusia pada kali yang pertama.
Rabu, 04 Maret 2009
PILIHLAH DENGAN JIWA MERDEKA

Pemilihan Umum anggota Legislatif dalam waktu sekitar 1 bulan lagi akan berlangsung. Inilah kesempatan bagi warga negara untuk menentukan masadepan, paling tidak untuk lima tahun ke depan, nasib bangsa dan negara kita. Legislatif, adalah lembaga pembuat undang-undang, sehingga tentu saja memiliki peranan yang sangat penting menyiapkan perangkat hukum dan undang-undang. Maka, memilih anggota legislatif tentu saja menjadi sangat strategis, jika diingat bahwa perangkat hukum dan undang-undang itu akan menjadi jiwa dan semangat perjalanan bangsa Indonesia ke depan.
Rabu, 28 Januari 2009
P E R H A T I A N !!!!!
Informasi ini khusus untuk Anda yang siap untuk HIDUP MERDEKA, bukan untuk para BUDAK.
Jika Anda :
1. Masih dihantui oleh bayangan masa depan yang kelam, ANDA BELUM MERDEKA.
2. Masih diburu-buru oleh hasrat menjadi orang dengan harta berlimpah-ruah
ANDA BELUM MERDEKA.
3. Masih bernafsu untuk meraih kedudukan dan jabatan setinggi-tingginya,
bahkan Anda membelinya dengan uang,
ANDA BELUM MERDEKA.
Saya Katakan :
Informasi ini khusus untuk Anda yang siap untuk HIDUP MERDEKA, bukan untuk para BUDAK.
Jika Anda :
1. Masih dihantui oleh bayangan masa depan yang kelam, ANDA BELUM MERDEKA.
2. Masih diburu-buru oleh hasrat menjadi orang dengan harta berlimpah-ruah
ANDA BELUM MERDEKA.
3. Masih bernafsu untuk meraih kedudukan dan jabatan setinggi-tingginya,
bahkan Anda membelinya dengan uang,
ANDA BELUM MERDEKA.
Saya Katakan :
Langganan:
Postingan (Atom)
